Perbukitan Montmartre merupakan salah satu tempat wisata di Paris yang wajib dikunjungi. Sebelumnya, Montmartre dikenal dengan nama Mons Martis atau dalam bahasa Inggris berarti Mount of Mars. Dengan berjalannya waktu, Mons Martis diubah menjadi Montmartre yang berarti gunung orang martir atau orang suci. Nama Montmartre dipakai untuk mengenang martir St. Denis yaitu seorang uskup Paris, yang menjadi pelingdung Paris.

Sebenarnya bukit ini hanyalah bukit kecil, tinggi Montmartre sendiri sekitar 130 meter di atas permukaan laut. Namun, dikarenakan seluruh kota Paris berupa dataran yang begitu datar, jadilah bukit rendah ini menjadi dataran yang tertinggi di Paris. Sehingga orang paris yang naik ke bukit ini mengibaratkan sedang berada di Mars dan dari situ orang Paris memang bisa melihat bumi, yakni Kota Paris itu sendiri dari kejauhan.

santai_di_montmartre

Dari atas bukit Montmartre, Traveller bisa menyaksikan pemandangan seluruh kota Paris. Lampu-lampu kota pada malam hari terlihat sangat indah. Turis dan warga setempat banyak datang sekedar melepas lelah dan berjalan-jalan. Pada sore hari pemandangan orang duduk-duduk di hamparan rumput hijau depan halaman Basilica Sacre-Coeur sudah biasa. Bahkan, saat musim panas mereka baru akan beranjak dari halaman Basilica Sacre-Coeur setelah matahari terbenam.

basilika_sacre_coeur_montarpase

Walaupun memiliki usia berabad-abad, gereja ini masih kokoh berdiri. Traveler mendaki puluhan anak tangga untuk sampai ke sana. Di depan basilica biasanya terdapat kerumunan orang yang disebabkan oleh pertunjukan akrobatik dengan sebuah bolah oleh seorang pria kulit hitam. Pria tersebut biasanya berdiri di tempat yang cukup tinggi sambil berputar-putar. Hebatnya lagi, bola itu tidak jatuh. Secara langsung, atraksinya ini akan mengundang perhatian orang lain untuk sekedar menonton, mengambil foto dan memberikan applaus kepada pria tersebut.

Baca Juga:  Liburan ke Paris, berikut sejarah singkat kota romantis Paris
basilika_sacre_coeur

Disepanjang bukit, banyak terdapat kafe, restoran dan toko-toko souvenir. Harga souvenir seperti gantungan kunci, magnet kulkas, bolpoin, gelas, pajangan-pajangan dari logam dan keramik umumnya terjangkau. Harga souvenir tersebut sekitar 2-3 euro. Tas-tas ukuran sedang dan dompet bisa dibeli seharga sekitar 8 euro. Sedangkan harga kaus sekitar 10 euro. Kebanyakan barang yang dijual berdesain ikon Paris seperti gambar menara Eiffel, Arc de Triomphe dan ikon-ikon Paris lainnya.

Montmartre lebih menyerupai pedesaan daripada kota metropolitan. Selama berkeliling, Traveler akan jarang melihat gedung perkantoran maupun pemerintahan. Beberapa hotel bertingkat, tetapi tidak terlalu tinggi, memang bisa dijumpai. Toko-toko pun kebanyakan berukuran kecil sampai sedang. Selain itu, beberapa museum seperti Musee de Montmartre dan Espace Montmartre Salvador Dali berlokasi di sini.Orang berwajah bahagia lalu-lalang. Para artis jalanan, pemusik dan statue performer di mana-mana. Pelukis bertopi pet dan kanvasnya. Lukisan dan suvenir unik bertebaran. Suasana nyaman akan membuat traveller yang berjalan kaki sering berhenti dan melihat street performance.

Di Montmartre berdiri gedung pertunjukan terkenal yaitu Moulin Rouge. Balai dansa ini sudah ada sejak zaman Belle Epoque, yaitu zaman kemakmuran dan kemapanan ekonomi di Paris. Di atas bangunan terdapat kincir angina merah. Dahulu,  kawasan ini merupakan red-ligh district dan sekrang kita bisa menonton pertunjukan cabaret di Moulin Rouge dengan membayar tiket sebesar 130 euro.

Baca Juga:  Menara Eiffel, ikon kota Paris
pasar_montmarte

Sudah lama daerah perbukitan Montmartre terkenal sebagai tempat seniman mencari inspirasi. Banyak komunitas seniman yang sedang memulai karirnya dan mencari ketenaran tinggal di Montmartre. Beberapa nama seniman terkenal seperti Claude Monet, Pablo Picasso, Salvador Dali, dan Vincent van Gogh pernah berkarya dan tinggal di Montmartre. Sampai sekarang pun, masih banyak pelukis local yang menawarkan keahliannya melukis wajah para turis dengan berbagai macam gaya. Objek yang dilukis harus duduk diam mematung sampai pelukis selesai mengayunkan kuasnya di atas kanvas. Para pelukis ini biasanya berkumpul di Place du Tertre.

I love lou wall merupakan salah satu sudut romantic di Montmartre. Terletak di Place des Abbesses, tembok ini memuat 1000 kata yang berarti “aku cinta kamu” dari sekitar 300 bahasa di seluruh dunia. Ide ini dicetuskan pada tahun 1992 oleh Frederic Baron yang kemudian meminta teman-teman dan keluarganya di luar negeri untuk menuliskan “I love you” dalam berbagai bahasa. Dibantu ahli kaligrafi Claire Kito dan spesialis mural Daniel Boulogne, kata-kata tersebut dituangkan ke dinding-dinging berukuran 40 meter persegi. Sampai kini, I love you wall menjadi salah satu objek yang dikunjungi turis dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota romantis.

Hati-hati dan selalu waspada saat berada di Montmartre

Paris merupakan kota tujuan setiap orang dan memang memiliki berjuta keindahan disetiap sudutnya, tidak heran kota ini menjadi impian setiap wisatawan. Namun bagi Traveler yang ingin berlibur di Paris perlu diketahui juga bahwa seindah-indahnya Paris tetap tidak lepas dari masalah-masalah yang dimiliki kota-kota besar lainnya. Traveler harus WASPADA! Saat mengunjungi Basilica Sacre-Coeur di Montmartre, acuhkan saja dan jangan hiraukan para penjual asesoris. Sebisa mungkin hindari penjual gelang yang berada di tangga naik ke basilika, dengan modus menawarkan jualan, mereka tidak segan-segan memeras pengunjung dan memaksa turis untuk membeli gelang yang di tawarkan dengan harga yang begitu mahal.