Grup Tour Vs Independent Tour

travel-tips-4232587_640

Waktu pertama kali Traveller menentukan destinasi liburan, selain bujet, tentu Traveller juga mempertimbangkan cara tiba di sana, apakah ikut rombongan tur atau berpergian secara mandiri. Saya pun demikian jika mau liburan, sering mencari-cari informasi di beberapa agen perjalanan di Indonesia. Sebagai contoh jika tujuan perjalanan Traveller adalah Eropa, terutama paris, biaya tur melalui agen sekitar 3000-5000 USD untuk 10 hingga 15 hari. Biaya ini biasanya hanya harga paket tur seperti tiket pesawat, akomodasi, transportasi, biaya masuk ke beberapa tempat wisata dan beberapa kali makan siang atau malam. Bahkan terkadang untuk masuk ke lokasi wisata tertentu seperti optional tour, peserta tour harus mengeluarkan biaya lagi. Harga tersebut bahkan belum termasuk biaya pembuatan visa, asuransi perjalanan, airport tax, dan tip untuk pemandu wisata.

Sebenarnya harga paket tur yang biasa ditawarkan oleh agen-agen perjalanan termasuk murah karena agen perjalanan umumnya mendapatkan diskon khusus dari maskapai penerbangan dan supplier. Akomodasi pun terjamin karena agen perjalanan akan memberikan hotel minimal bintang tiga bahkan bintang 5. Traveller pun tidak perlu repot-repot mencari informasi tempat makan, membeli tiket masuk objek wisata, atau mencari rute dan transportasi. Tak perlu juga susah-susah membaca peta dan takut tersesat. Bahkan untuk mengurus visa dengan menyerahkan sejumlah uang ke agen perjalanan dan persyaratan lainnya, visa pun dengan mudah bisa di dapat.

Sayangnya, jika Traveller mengikuti tur ini, traveller tidak bisa bebas menjelajahi sendiri. Kadang, satu negara hanya dikunjungi dalam satu atau dua hari saja. Bahkan, dari pengalaman saya ikut beberapa tur, beberapa negara atau kota hanya bisa disaksikan dari dalam bus saja dengan pemandu atau tour leader yang menjelaskan kota dan negara tersebut dari dalam bus. Mengeksplorasi tempat wisata pun terasa terburu-buru karena singkatnya waktu yang diberikan. Berbelanja pun terpaksa dilakukan di tempat-tempat yang sudah ditentukan pemandu. Dan jika tidak pernah berniat berbelanja, Traveller harus sabar menunggu peserta lain yang sibuk berbelanja sampai berjam-jam lamanya.

Baca Juga:  Tips liburan ke negara-negara yang memiliki empat musim

Berpergian secara mandiri tentu akan membuat Traveller bebas mengeksplorasi suatu kota lebih lama tanpa diburu-buru. Traveller pun sangat bebas menentukan jadwal dan destinasi. Serunya, Traveller juga bisa mencoba beragam transportasi umum seperti kereta bawah tanah, bus, taksi, atau bahakan berjalan kaki menyusuri sudut-sudut kota sambil mencicipi beragam kuliner.

Ada orang yang mengatakan, mencari teman seperjalanan itu seperti mencari pasangan hidup, untung-untungan. Kalau partner seperjalanan Traveller “sehati dan sejalan”, traveling akan terasa amat menyenangkan. Tetapi apabila yang terjadi sebaliknya, bukan hanya acara di agenda traveling Traveller yang berantakan, tapi juga pertemanan Traveller dengan orang tersebut. Dengan traveling sendirian, Traveller tidak terbebani apapun/ siapapun. Jadi Traveller bisa lebih santai mengatur jadwal Traveller sendiri. Bayangkan, apabila Traveller bangun tidur kesiangan sehingga tertinggal kereta, Traveller tidak perlu meminta maaf atau merasa bersalah kepada siapapun. Atau ketika Traveller mengunjungi suatu tempat, dan ingin menghabiskan waktu di sana, Traveller  bisa melakukannya sendiri, tanpa merasa sungkan pada teman Traveller yang ingin mengunjungi tempat  wisata yang lain. Semua waktu hanya milik diri sendiri!

Jangan khawatir! walaupun Traveller traveling sendirian, biasanya Traveller akan mendapat beberapa teman baru di perjalanan, dan biasanya mereka adalah para single traveler. Apabila Traveller menginap di hostel, kesempatan mendapat teman baru menjadi lebih besar. Para traveler ini datang dari segala penjuru dunia, dan mereka akan merasa senang berbagi cerita dengan teman senasib.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, menurut saya pribadi travelling secara mandiri adalah pilihan yang akan menambah pengalaman tak terlupakan. Dengan jalan-jalan mandiri juga Traveller bisa menghemat pengeluaran dengan menggunakan biaya hotel, maskapai penerbangan murah, tidak selalu makan di restoran dan mengurus visa secara mandiri.

Berikut beberapa hal yang harus Traveller lakukan jika mau travelling sendiri:

Selalu terhubung dan memberikan informasi.

Gali informasi sebanyak-banyaknya. Kenali daerah yang ingin didatangi jauh-jauh hari sebelum pergi traveling, Manfaatkanlah teknologi internet, buku traveling, atau sharing ke sesama traveler/ teman/ saudara yang pernah mengunjungi/ tinggal di tempat tujuan traveling tersebut.  Tanyakan tentang kebiasaan orang local seperti apa, transportasinya seperti apa, apakah ada jam-jam tertentu untuk angkutan umum, bagaimana jam buka toko/ tempat wisata/ museum yang ingin didatangi, dsb. Jangan sampai ada kejadian di mana Traveller terkunci di sebuah department store/ museum karena terlalu asyik, dan tidak menyadari jam tutup department store/ museum tersebut.

Baca Juga:  7 Tips Liburan Keluarga Agar Lebih Menyenangkan

Belajarlah dari pengalaman, setiap kali mau liburan Traveller harus memberikan berita kepada teman – teman / keluarga apabila Traveller sedang berlibur sendirian. Kemudian selalu melihat informasi terkini mengenai peringatan – peringatan yang ada di tempat lokasi tujuan liburan Traveller. Sebaiknya Traveller mencari informasi terlebih dahulu dengan browsing di internet mengenai hal-hal seperti apakah ada ketersedian sinyal, jaringan internet, wifi, warnet atau telepon umum supaya Traveller bisa tetap memeberikan informasi mengenai keberadaan Traveller saat berlibur.

Aturlah barang-barang yang dibawah sebaik mungkin.

Pada waktu Traveller melakukan perjalanan / berlibur seorang diri, pastikanlah barang-barang berharga Traveller yang memang sangat penting, dimasukkan ke dalam tas ransel, tas jijing ataupun handcarry yang bisa dibawah masuk ke dalam kabin pesawat. Tujuanya adalah untuk berjaga –jaga jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan misalnya kehilangan koper. Usahakan Traveller menyimpan uang tunai dan kartu kredit Traveller pada tempat atau tas yang berbeda sebagai antisipasi hal yang tidak Traveller inginkan ketika kehilangan salah satunya Traveller masih ada uang atau kartu kredit yang disimpan pada tempat yang berbeda. Sebagai tambahan pakaian yang dipakai selama liburan usahakan dibuat senyaman mungkin dan jangan lupa juga untuk menyediakan uang lebih untuk jaga –jaga ada biaya yang tak terduga.

Tetaplah waspada dimanapun Traveller berada.

Hal yang utama perlu diperhatikan adalah jangan memakai pakaian yang berlebihan yang membuat kesan mencolok bahwa Traveller adalah turis yang memiliki barang-barang berharga yang bisa dicuri seperti membawa tas yang banyak dan mengantungkan kamera di leher, memakai perhiasan yang berlebihan dan mencolok. Lalu pastikan Traveller tidak memperlihatkan uang di dalam dompetmu dan yakinkan bahwa dompet dan alat-alat alektronik  terjaga dengan aman. Hindari tempat rawan/ berbahaya, terutama untuk wanita hindari pergi ke luar penginapan  apabila hari sudah gelap kecuali benar-benar terpaksa. Jangan langsung percaya pada orang yang baru dikenal, siapa tahu itu orang jahat yang ingin mencoba mencelakakan Traveller. Jika memungkinkan selalu berjalan yang jalannya memiliki pencahayaan yang baik dan ramai  untuk menghindari hal yang tidak diharapkan dan jika Traveller tersesat tetaplah tenang dan percaya diri seoalah –olah telah mengetahui daerah yang dijelajahi dan tidak terjadi sesuatu hal agar tidak terlihat panik.

Baca Juga:  Kenapa waktu di Eropa bisa berubah dua kali setiap tahun?

Tambahlah teman dan bersosialisasi

Liburan sendirian itu memang asik karena Traveller bisa melakukan sesuatu tanpa ada kendala atau  harus bergantung pada orang, tapi terkadang juga bisa membuat Traveller merasa kesepian. Untuk menghindari kesepian itu Traveller bisa berbaur dengan penduduk lokal dan melakukan sesuatu hal bersama-sama seperti Traveller bisa mengunjungi tempat-tempat  ibadah, festival, bazar, pamaeran, pertunjukan kebudayaan jika memang ada. Bergayalah seperti orang lokal, tiru cara mereka berpakaian dan berjalan, jangan sering-sering melihat peta dan berwajah seperti orang bingung di tempat umum, tetap berjalan dengan penuh percaya diri (walaupun saat itu sedang nyasar dan kebingungan), karena bagaimanapun juga, orang yang bergaya “turis” terlalu nyata, akan menjadi mangsa empuk bagi orang jahat.Bersosialisasilah dengan orang –orang setempat seperti penjaga hotel, satpam, dan sebagainya. Cari tahu di mana tempat – tempat yang seru untuk dikunjungi.

Jadilah seorang petualang!

Ini adalah salah satu yang harus Traveller lakukan  ketika Traveller melakukan perjalanan  seorang diri. Lakukanlah hal-hal yang belum pernah Traveller lakukan sebelumnya yang dapat mendorongmu keluar dari zona nyaman. Tidak perlu yang ekstrem mungkin Traveller bisa bernyanyi di bar lokal atau belajar berselancar, atau belajar membuat suatu kerajinan tangan khas di tempat di mana Traveller kunjungi selama itu adalah sesuatu yang tidak pernah Traveller lakukan di rumah sebelumnya. Niscaya Traveller akan menemukan kepuasan tersendiri dan terkejut ketika berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah Traveller lakukan.

Dari berbagai macam ulasan di atas, akhirnya Traveller akan menentukan sendiri bagaimana rencana liburan Traveller. Selamat berlibur!