Jika Traveller ingin yang berlibur ke Hongkong jangan lewatkan untuk pergi dan berwisata ke Macau. Posisi Kota Macau sendiri, terletak di tepi barat Sungai Pearl Delta di selatan Provinsi Guangdong China memang menjadi salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi para wisatawan. Bersebelahan dengan kota Daratan Zhuhai dan terletak sekitar 60 kilometer di sebelah timur Hong Kong. Wilayah kota Macau sendiri terdiri dari Tanjung Macau (Macau Peninsula), Taipa dan kepulauan Coloane. Macau Peninsula adalah pusat dari wilayah tersebut dan terhubung ke Pulau Taipa oleh tiga jembatan jalan. Beberapa resort hotel besar internasional – dengan infrastruktur pendukung baru – yang terletak di tanah reklamasi antara Taipa dan Coloane di distrik baru yang dikenal sebagai Cotai.

Terkadang orang mengira bahwa Kota Macau adalah sebuah negara yang berdiri sendiri seperti Singapura. Padahal Macau adalah sebuah daerah/kota yang menjadi bagian dari negara Tiongkok (Cina) dan memiliki keistimewaan khusus atau special administrative city. Seperti halnya Hongkong, Macau dapat mengatur pemerintahannya sendiri dengan otonomi terbatas.

Menurut catatan sejarah Pelaut dari Fuji dan petani Guangdong adalah orang-orang yang pertama kali menetap di Macau, yang kala itu dikenal dengan nama Ou Mun, atau “gerbang  perdagangan”, karena lokasinya yang berada dihilir Sungai Pearl dari Guangzhou (Kanton). Menurut sejarah, kota pelabuhan ini merupakan bagian dari “jalan sutra” yang ramai disinggahi oleh kapal-kapal yang memuat kain sutra dari Roma .

Baca Juga:  Hubungan Religiusitas Terhadap Moral, Kesejahteraan, Kebahagiaan, Dan Kecerdasan Pada Warga Suatu Negara

Bahkan setelah Cina tidak lagi menjadi pusat perdagangan dunia , Guangzhou tetap berjaya karena kegiatan ekonomi kelautan dengan negara-negara Asia Tenggara tetap terjadi, para pedagang lokal tetap menyambut hangat para pedagang asing dan para penjelajah dari Portugis. Mereka mengikuti langkah Jorge Alvares, yang berlabuh dibagian selatan Cina pada tahun 1513 dan mencari tempat-tempat perdagangan yang strategis.

Kota Macau merupakan koloni bangsa Eropa khususnya Portugis tertua di Tiongkok, sejak abad ke-16. Kota yang merupakan perpaduan budaya Portugis, barat dan Cina ini memiliki populasi kurang lebih 624 ribu penduduk. Tiga budaya tersebut sangat kental dirasakan pada segi arsitek bangunan, tradisi, makanan, dan agama yang menjadikan macau memiliki nilai sejarah dan kultur yang unik. Bangsa Portugis tiba dan menetap di Macau pada pertengahan abad ke-16. Dengan demikian, arsitektur kota, seni, agama, tradisi, makanan dan masyarakat mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat dan Portugis.

Pada permulaan awal tahun 1550-an, Portugis tiba di Ou Mun, yang disebut A Ma Gao atau tempat A-Ma yang dinamai oleh penduduk setempat sebagai penghormatan kepada dewi laut, yang kuilnya berdiri pada pintu masuk pelabuhan dalam .  Bangsa Portugis mengambil nama tersebut yang lama kelamaan berubah menjadi Macau dan dengan seijin penguasa Guangdong, sebuah kota didirikan dalam waktu singkat dan menjadi pintu gerbang terkemuka anatara Cina, Jepang, dan Eropa .

Baca Juga:  Sejarah dan fakta Jembatan Golden Gate di kota San Francisco

Macau juga menjadi tempat bertemunya kebudayaan timur dan barat dengan pencampuran yang ideal. Gereja Roma Khatolik mengirim misionaris-misionaris terkemuka untuk melanjutkan karya st. Francis Xavier (yang meninggal setelah membuat banyak perubahan di Jepang ). Sebuah akademi Kristiani juga dibangun didekat tempat yang sekarang dikenal sebagai reruntuhan st. Paul, dimana pelajar seperti Matteo Ricci mempersiapkan pekerjaan mereka sebagai ilmuan Kristiani di Mahkamah Agung di Beijing. Gereja-gereja lainnya  juga dibangun dan juga benteng-benteng sampai hari ini.

Masa kejayaan Portugal di Asia karena tersaingi oleh bangsa Eropa yang lain seperti Belanda dan Inggris yang mengambil alih perdagangan mereka. Walau demikian, bangasa Cina memilih untuk meneruskan perdagangan dengan bangsa Potugis di Macau hingga lebih dari satu abad perusahaan British East India Company dan lainnya mendirikan toko-toko di Macau dengan menyewa rumah-rumah kontrakan seperti Casa Garden yang elegan. Sejalan dengan berkembangnya perdagangan antra Eropa dan Cina . Para pedagang Eropa menghabiskan waktunya di Guangzhou, membeli teh dan barang-barang mewah Cina di festival dua tahunan, memanfaatkan Macau sebagai tempat untuk rekreasi .

Macau menjadi Daerah Administratif Khusus Republik Rakyat China sejak tanggal 20 Desember 1999 dan menjadi wilayah otonomi tinggi di bawah prinsip “Satu negara, dua sistem “. Pada tahun 2005, Pusat Sejarah Macau yang tertulis di Daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai hasil dari lanskap yang unik sejarah dan budaya. Kota Macau sekarang ini memposisikan diri sebagai Pusat Dunia Pariwisata dan menjadi tujuan wisata bertaraf internasional yang sangat nyaman.

Baca Juga:  Hubungan Religiusitas Terhadap Moral, Kesejahteraan, Kebahagiaan, Dan Kecerdasan Pada Warga Suatu Negara

Terhitung sejak tahun 2005 The Historic Center of Macau telah tertulis di daftar warisan Dunia UNESCO, dan saat ini Macau tengah memposisikan dirinya sebagai World Centre of Tourism and Leisure dengan mengembangkan dirinya menjadi tempat pariwisata bertaraf Internasional. Macau memang memiliki puluhan tempat wisata yang bisa dikunjungi, sekitar ada 25 peninggalan budaya di Macau yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO.

Jika Traveller berlibur ke Macau jangan lupa juga untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di kota bekas jajahan Portugis ini.