All posts by Fhandy Pandey

Bab 12 Sapiens – Yuval Noah Harari: Hukum Agama, Bagian Tiga: Penyatuan Manusia

Agama

Hukum Agama Dalam pasar abad pertengahan di Samarkand, sebuah kota yang dibangun di oase Asia Tengah, para pedagang Suriah menjajakan sutra-sutra halus China; orang-orang suku dari kawasan padang rumput Siberia memajang rombongan baru budak-budak berambut jerami dari barat jauh, dan para pemilik toko mengantongi koin- koin emas mengkilap bertera tulisan-tulisan dan gambar eksotis raja-raja yang…

Read More

Bab 11 Sapiens – Yuval Noah Harari: Visi-Visi Imperium, Bagian Tiga: Penyatuan Manusia

Taj Mahal. Sebuah contoh kultur India “autentik" atau ciptaan asing imperialisme Muslim?

Romawi Kuno terbiasa mengalami kekalahan. Seperti banyak penguasa imperium-imperium besar dalam sejarah, mereka bisa kalah dalam pertempuran demi pertempuran, tetapi bisa menang perang. Sebuah imperium yang tidak bisa menahan pukulan dan tetap berdiri sesungguhnya bukan imperium. Meskipun demikian, bahkan orang-orang Romawi kesulitan mencerna berita  yang  tiba dari Iberia utara pada pertengahan abad ke-2 SM. Sebuah…

Read More

Bab 10 Sapiens – Yuval Noah Harari: Aroma Uang, Bagian Tiga: Penyatuan Manusia

Salah satu koin paling awal dalam sejarah, dari Lydia pada abad ke-17 SM.

Pada 1519, Hernan Cortes dan pasukan penakluknya menginvasi Meksiko, yang pada masa itu masih menjadi dunia manusia yang terisolasi. Aztec, demikian orang-orang yang hidup di sana menyebut diri mereka, segera tahu bahwa orang asing menunjukkan minat luar biasa pada logam kuning tertentu. Faktanya, mereka tampak tidak pernah berhenti membicarakannya. Kaum pribumi tidak mengenal emas—sangat indah…

Read More

Bab 9 Sapiens – Yuval Noah Harari: Anak Panah Sejarah, Bagian Tiga: Penyatuan Manusia

Para kepala Sioux (1905). Sioux maupun semua suku lain yang mendiami Great Plains (wilayah luas sebelah timur Rocky Mountains di Amerika Utara yang terbentang dari Lembah Sungai Mackenzie di Kanada sampai Texas) tidak memiliki kuda sebelum tahun 1492.

Anak Panah Sejarah Setelah Revolusi Agrikultur, masyarakat-masyarakat manusia tumbuh semakin besar dan semakin kompleks, sementara konstruk-konstruk yang diimajinasikan yang memelihara tatanan sosial juga menjadi lebih rumit. Mitos-mitos dan fiksi-fiksi membiasakan masyarakat, hampir sejak momen kelahiran, untuk berpikir dalam cara-cara tertentu, dan menjalankan aturan-  aturan tertentu. Dengan demikian, mitos-mitos dan fiksi-fiksi itu menciptakan naluri-naluri artifisial yang…

Read More

Bab 8 Sapiens – Yuval Noah Harari: Tiada Keadilan dalam Sejarah, Bagian Dua: Revolusi Agrikultur

Sebuah tanda di pantai Afrika Selatan dari periode Apartheid, membatasi penggunaannya hanya untuk kulit “putih". Orang- orang berkulit lebih cerah memang lebih rentan terhadap bahaya sengatan Matahari ketimbang orang berkulit gelap. Meskipun demikian, tidak ada logika biologi di balik pembedaan pantai- pantai di Afrika Selatan. Pantai-pantai yang dikhususkan bagi orang berkulit cerah tak memiliki ciri tingkat radiasi ultraviolet lebih rendah.

Tidak ada Keadilan dalam Sejarah Memahami sejarah manusia pada milenium-milenium sesudah Revolusi Agrikultur bermuara pada satu pertanyaan tunggal: bagaimana manusia mengorganisasi diri dalam jaringan-jaringan kerjasama massal, ketika mereka tak punya  naluri  biologis  yang diperlukan untuk memelihara jaringan-jaringan seperti itu? Jawaban singkatnya adalah manusia menciptakan tatanan-tatanan yang diimajinasikan dan merancang aksara-aksara. Kedua ciptaan ini mengisi jurang…

Read More