Perjalanan sejarah bumi merupakan serangkaian proses kelahiran dan kematian. Hal ini berlaku bagi yang tidak bernyawa, seperti gunung, pulau, hingga benua; ataupun yang bernyawa yaitu spesies-spesies yang ada di dalamnya. Salah satu peristiwa yang menarik adalah kepunahan massal.

Kepunahan massal (mass extinction) adalah periode dalam sejarah bumi dimana sejumlah besar spesies mati secara tidak normal dan serentak dan dalam jangka waktu yang terbatas. Yang paling parah terjadi pada akhir periode Permian ketika 96% dari semua spesies binasa. Karena mayoritas keanekaragaman dan biomassa bumi ada pada organisme mikroba, namun sulit diukur, kepunahan massal hanyalah merujuk pada pemantauan yang mudah terpantau dan tidak memiliki efek terhadap keanekagaraman dan kelimpahan kehidupan keseluruhan bumi.

Lebih dari 97% spesies yang pernah hidup telah punah, namun kepunahan terjadi dengan laju yang berbeda-beda. Berdasarkan catatan fosil, laju latar kepunahan di Bumi adalah sekitar dua sampai lima familia avertebrata dan vertebrata laut setiap juta tahun. Fosil organisme laut sering digunakan untuk mengukur laju kepunahan karena catatannya yang lebih unggul dan mempunyai jangkauan stratigrafi yang lebih besar daripada organisme darat.

kepunahan massal di bumi

Benton & Harper (1997) mendefinisikan Kepunahan massal sebagai berikut :

Banyaknya Spesies yang punah, bisa dibilang lebih dari 30%. Bentuk kepunahannya melingkupi wilayah ekologi yang luas, biasanya melibatkan lingkungan marin dan non-marin; tumbuhan dan hewan; dan mikroskopis dan makro

Semua peristiwa kepunahan massal terjadi dalam waktu yang relatif singkat (dalam skala waktu geologi tentunya), dan melibatkan suatu sebab tunggal atau serangkaian sebab yang saling berhubungan.

Pada 540 juta tahun terakhir, telah terdapat 5 peristiwa kepunahan besar yang memunahkan lebih dari 50% spesies. Dalam perjalanan sejarahnya, bumi mengalami banyak peritiwa kepunahan. Namun dari semua peristiwa kepunahan massal itu, para ilmuwan menyepakati lima peristiwa kepunahan massal terbesar atau dikenal dengan sebutan “The Big Five”. Kapan saja kepunahan “The Big Five” terjadi?

Kepunahan Massal Ordovisium-Silurian

Waktu Kejadian: Terjadi 450–440 juta tahun yang lalu di akhir periode Ordovisium-awal periode Silurian.

Baca Juga:  Awal Kehidupan di Bumi Menurut Sains

Kepunahan terbesar ketiga dalam sejarah bumi, kepunahan massal Ordovisium-Silurian memiliki dua puncak kejadian yg dipisahkan oleh ratusan ribu tahun.Selama masa Ordovisium, kehidupan makhluk hidup sebagian besar berada di laut, jadi makhluk laut seperti trilobita, Brachiopoda dan graptolityang berkurang secara drastis. Secara keseluruhan, sekitar 85% kehidupan laut musnah. Zaman es sering disalahkan atas terjadinya kepunahan ini – pembentukan lapisan es yg sangat besar di belahan bumi selatan menyebabkan perubahan iklim dan penurunan permukaan laut, dan juga mengacaukan kehidupan ekosistem laut.

Kemungkinan Yang Menyebabkan Peristiwa ini adalah perubahan iklim. Iklim bumi tidak stabil dan seiring waktu geologi, iklim dominan di bumi telah berubah dari zaman es menjadi iklim tropis yg sangat panas dan dari hutan hujan menjadi padang pasir yg membakar. Ketika perubahan iklim tersebut terjadi tiba-tiba -baik dalam bentuk pemanasan global atau mendingin – hewan dan tumbuhan tidak punya waktu untuk beradaptasisehingga kepunahan massal dapat terjadi.

Kepunahan Massal Pada Akhir Devonian

Waktu Kejadian: Terjadi 375–360 juta tahun lalu di akhir periode Devonian.

Periode Devonian adalah tempat ikan tertentu berevolusi dengan sirip kokoh. Di laut, terumbu karang yang luas dipenuhi dengan ikan dan hiu, beberapa di antaranya makan trilobita. Trilobita kehilangan pijakan mereka sebagai makhluk laut dominan untuk pertama kalinya sejak mereka muncul lebih dari 100 juta tahun sebelumnya. 

Bahkan, hiu begitu sukses beradaptasi bahwa mereka tidak perlu berubah banyak untuk bertahan hidup. dan beberapa hiu modern terlihat hampir sama persis dengan Hiu Purba. Tanaman darat berevolusi benih dan beragam. Tanaman darat lebih kompleks dikembangkan dan tanah muncul untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Baca Juga:  Awal Kehidupan di Bumi Menurut Sains

Hutan Aneh mempunyai jamur yang tumbuh se-tinggi 8 m, yang sayangnya kini punah. 374 juta tahun yang lalu, 75% dari semua kehidupan menakjubkan ini mati. Hal ini disebabkan perubahan gas atmosfer, mungkin karena aktivitas gunung berapi yang besar atau dampak meteorit. Menurut Beton & Harper (1997) diperkirakan peristiwa kepunahan Devon Akhir ini berlangsung selama 10 juta tahun.

Kepunahan Massal Periode Permian 

Waktu Kejadian: Terjadi 252 juta tahun lalu, yang membentuk batas antara periode geologi Permian dan Trias.

Setelah hutan hujan kolaps, hewan yang paling sukses hidup di darat adalah mereka yang meletakkan telur. Spesies2 ini dengan cepat mendominasi spesies lain sebelum memiliki kesempatan untuk pulih dan mereka beragam, memproduksi berbagai macam reptil dan synapsids dominan, yaitu reptil yang mirip mamalia dan juga nenek moyang dari mamalia.

Akibat peristiwa ini, 97 persen penghuni bumi hilang. Kepunahan Permian memberikan dampak luar biasa pada ekologi bumi. Peristiwa ini terjadi sekitar 252 juta tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh dampak meteorit atau kegiatan vulkanik yang mengubah komposisi udara secara radikal.Antara 90% sampai 99% dari semua kehidupan punah. Ini adalah kepunahan massal terbesar dalam sejarah, dan dikenal sebagai ” The Great Dying”.

Untuk referensi, mari kita lihat kepunahan pada hewan yang disebabkan oleh manusia. Selama masa kita, perkiraan tinggi menunjukkan bahwa kita telah menyebabkan hampir 1000 spesies binatang punah. dan Ada sekitar 8 juta spesies hidup hari ini, yang berarti bahwa bahkan menurut perkiraan paling pesimis, kita telah melenyapkan 0,01% dari semua kehidupan binatang.Meskipun ini tidak patut dibanggakan, namun jumlah ini sangat kecil jika dibandingkan dengan sifat kepunahan masal pada awal-awal kehidupan bumi

Baca Juga:  Awal Kehidupan di Bumi Menurut Sains

Kepunahan Massal Triassic-Jurassic

Selama akhir 18 juta tahun pada periode Trias ada dua atau tiga fase kepunahan yang dikombinasikan dengan efek menciptakan peristiwa Kepunahan Massal Triassic-Jurassic. Kemungkinan penyebab peristiwa kepunahan massal Triassic-Jurassic:

  1. Erupsi Basal, Perubahan Iklim serta Dampak Asteroid
  2. Perubahan iklim yg bertahap atau fluktuasi permukaan laut selama Triass akhir. Namun, ini tidak bisa menjelaskan kepunahan secara serentak bg makhluk laut.
  3. Dampak Asteroid, tetapi tidak ditemukan bukti adanya kawah pada saat yg bertepatan dengan batas masa Triassic-Jurasic (yg ada adalah kawah Manicouagan annulus yg diperkirakan terbentuk sekitar12 juta tahun sebelum peristiwa kepunahan ini).
  4. Letusan besar gunung berapi, khususnya banjir/erupsi basal dari Central Atlantic Magmatic Province (CAMP) yg akan mengeluarkan karbon dioksida atau sulfur dioksida dan aerosol, yang akan menyebabkan pemanasan global atau pendinginan.

Kepunahan Massal Cretaceous-Tersier

Waktu Kejadian: sekitar 65 juta tahun yang lalu di akhir periode Cretaceous- awal dari zaman Palaeocene

Kepunahan massal Cretaceous-Tersier (KT) terkenal atas kematian dinosaurus. Namun, banyak organisme lain juga tewas pada akhir periode ini, termasuk ammonita, banyak tanaman berbunga dan pterosaurus terakhir. Beberapa spesies telah menurun populasinya selama beberapa juta tahun sebelum masa kepunahan Cretaceous-Tertiary menghancurkan mereka semua. Ilmuwan duga hal ini disebabkan oleh letusan dan banjir basalt yg mempengaruhi iklim dunia, dikombinasikan dengan penurunan permukaan laut yg drastis. Kemudian asteroid besar atau komet menghantam dasar laut dekat Semenanjung Yucatan di Meksiko.

Hari ini banyak ilmuwan berpikir bahwa kepunahan massal keenam sedang berlangsung. Peristiwa ini mungkin yang tercepat dalam sejarah Bumi, dan manusia sebagai penyebabnya. Pada tahun 2100, aktivitas manusia seperti menyebabkan polusi, pembukaan lahan, dan penangkapan ikan yang berlebihan mungkin telah mendorong lebih dari setengah spesieslaut dan darat di dunia menuju kepunahan.